Genset diesel merupakan sumber daya listrik cadangan yang vital di Indonesia, terutama untuk industri, rumah sakit, perkantoran, hotel, dan proyek konstruksi. Namun, genset sering mengalami kerusakan jika tidak dirawat dengan baik. Kerusakan umum pada genset diesel bisa menyebabkan downtime mahal, kerugian produksi jutaan rupiah per jam, bahkan risiko keselamatan jika terjadi di fasilitas kritis seperti rumah sakit.

Sebagai ahli genset yang melayani service genset, jual genset baru/bekas (Cummins, Caterpillar, Perkins, dll.), serta sewa genset jangka pendek/panjang, Siwalan Diesel telah menangani ribuan kasus kerusakan genset di seluruh Indonesia. Artikel ini membahas secara mendalam kerusakan umum pada genset diesel, mulai dari penyebab, gejala, solusi troubleshooting, hingga pencegahan. Dengan pemahaman ini, pemilik genset bisa mendeteksi dini dan mengurangi risiko kerusakan parah.

1. Genset Tidak Bisa Start (Failure to Start) – Kerusakan Paling Umum

Ini adalah masalah nomor satu yang dialami pemilik genset. Genset cranking tapi tidak hidup, atau bahkan tidak cranking sama sekali.Penyebab Utama:

  • Baterai lemah/mati (dead battery) – Aki genset aus karena jarang dipakai atau tidak dicharge.
  • Bahan bakar habis atau kotor/kontaminasi (air, sedimen, microbial growth di solar).
  • Filter bahan bakar tersumbat atau air di fuel line.
  • Starter motor/solenoid rusak.
  • Air di sistem bahan bakar (air lock).
  • Sensor atau wiring fault (misalnya oil pressure sensor salah baca).

Gejala:

  • Cranking lambat atau tidak ada suara starter.
  • Lampu indikator baterai low atau no crank.
  • Genset cranking tapi tidak firing (tidak ada pembakaran).

Solusi:

  • Cek dan charge/ganti baterai (gunakan aki maintenance-free 12V/24V sesuai spek).
  • Periksa level solar, drain water separator, ganti fuel filter.
  • Bleed air dari fuel system (priming pump).
  • Tes starter dan solenoid.
  • Di Siwalan Diesel, kami lakukan battery load test dan full system check dalam 1 jam.

Pencegahan: Jalankan genset no-load seminggu sekali 15-30 menit, charge baterai rutin, gunakan solar berkualitas.

2. Overheating (Mesin Kepanasan) – Penyebab Shutdown Mendadak

Overheating sering terjadi di iklim tropis Indonesia, menyebabkan genset auto shutdown untuk proteksi.Penyebab Umum:

  • Level coolant rendah atau bocor (hose, radiator, water pump).
  • Radiator kotor/tersumbat debu.
  • Fan belt longgar atau putus.
  • Thermostat macet.
  • Oli rendah atau kotor, mengurangi pendinginan internal.
  • Overload berkepanjangan.

Gejala:

  • Alarm high coolant temp.
  • Suhu naik di atas 95-105°C.
  • Asap putih dari exhaust atau bau oli terbakar.

Solusi:

  • Tambah coolant (gunakan EG Compleat atau setara).
  • Bersihkan radiator dengan compressed air atau chemical flush.
  • Ganti belt, thermostat, atau hose rusak.
  • Kurangi beban hingga <80% kapasitas.
  • Siwalan Diesel sering tangani kasus ini dengan on-site radiator cleaning dan pressure test system.

Pencegahan: Cek coolant harian, service radiator tahunan, hindari overload.

3. Hunting atau Fluctuation RPM (Genset Ngayun)

RPM naik-turun tidak stabil, menyebabkan tegangan/frequency bergoyang.Penyebab:

  • Governor tidak stabil (kalibrasi lama, linkage kendor).
  • Oli overfill (kepenuhan) menyebabkan aerasi/foaming.
  • Beban tidak stabil atau improper sizing.
  • Fuel supply tidak konsisten (filter kotor, pompa lemah).
  • Sensor speed (magnetic pickup) kotor.

Gejala:

  • Suara mesin naik-turun periodik.
  • Lampu berkedip, frekuensi 50 Hz ±5 Hz.
  • Konsumsi solar naik.

Solusi:

  • Kurangi oli ke level tepat, ganti jika kotor.
  • Kalibrasi governor (droop/gain adjust).
  • Tes load bank untuk verifikasi.
  • Di kasus Cummins/Caterpillar, kami sering tune electronic governor via software.

Pencegahan: Maintenance governor setiap 500 jam, monitor load minimal 30-35%.

4. Oli Bocor atau Konsumsi Oli Berlebih

Oli bocor adalah tanda kerusakan serius jika dibiarkan.Penyebab:

  • Gasket/seal aus (valve cover, oil pan, crankshaft seal).
  • Overfill oli.
  • Wet stacking (genset jarang load tinggi).
  • Piston ring aus pada engine tua.

Gejala:

  • Tetesan oli di bawah genset.
  • Asap biru dari exhaust.
  • Level oli turun cepat.

Solusi:

  • Identifikasi sumber bocor, ganti seal/gasket.
  • Drain oli berlebih, ganti filter oli.
  • Overhaul jika konsumsi oli >1 liter/100 jam.

Pencegahan: Cek level oli harian, gunakan oli spec pabrik (misalnya SAE 15W-40 CH-4).

5. Asap Hitam/Tebal atau Putih/Biru – Indikasi Pembakaran Buruk

Asap abnormal menandakan masalah combustion.Penyebab Asap Hitam:

  • Overfueling (injektor kotor, governor salah).
  • Air filter kotor.
  • Beban berat tapi turbo lag.

Penyebab Asap Putih:

  • Coolant bocor ke combustion (head gasket rusak).
  • Fuel tidak terbakar sempurna (cold start).

Penyebab Asap Biru:

  • Oli masuk combustion (ring aus, valve seal rusak).

Solusi:

  • Ganti air/fuel filter.
  • Kalibrasi injektor.
  • Compression test jika asap biru/putih.

Pencegahan: Gunakan filter berkualitas, load test rutin.

6. Tidak Ada Output Daya atau Tegangan Rendah

Genset hidup tapi listrik tidak keluar.Penyebab:

  • Alternator rusak (AVR fault, winding putus).
  • Loose connection atau breaker trip.
  • Excitation loss.

Solusi:

  • Cek AVR (Automatic Voltage Regulator), ganti jika rusak.
  • Tes alternator dengan multimeter.
  • Reset breaker.

Pencegahan: Service alternator tahunan.

7. Kerusakan Lain yang Sering Terjadi di Indonesia

  • Wet stacking (genset underload lama) – Penyebab exhaust hitam, oli encer.
  • Kontaminasi solar (umum karena penyimpanan buruk).
  • Control panel fault (EMCP atau Deep Sea error).
  • Overload atau improper sizing.

Percayakan mesin genset anda pada Siwalan Diesel

Telepon: 0813-2640-8815

Email: siwalandiesel.official@gmail.com

Alamat: Seketi Kec Balong Bendo, Surabaya, Sidoarjo Jawa Timur

Website: https://siwalandiesel.co.id

Category: Blog, Genset

Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SIWALAN DIESEL